Tantangan Era Industri 5.0 bagi Program Studi Akuntansi FEB UMM

Selasa, 09 Juli 2019 15:05 WIB

Munculnya era industri 5.0 menjadi tantangan sendiri bagi sebuah universitas, khususnya di tingkat program studi. Pada hari Selasa, 9 Juli 2019, Prodi Akuntansi dibawah naungan FEB UMM merespon adanya tantangan tersebut dengan mengadakan Lokakarya yang bertema “Rekronstruksi Kurikulum: Menyongsong Era Revolusi Industri 5.0”. Prof. Syamsul Arifin, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menghadapi era disrupsi ini tidak cukup dengan melakukan perombakan kurikulum saja, namun dengan didukung oleh sumberdaya yang memadai. “kalau kurikulum sudah 5.0 tapi SDM-nya masih 2.0, maka tujuan lokakarya ini tidak akan tercapai.” Ujar Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang. Menurut Djoko Sigit Sayogo, M.Acc., Ph.D, salah satu dosen akuntansi, tantangan Revolusi Industri 5.0 dari sisi eksternal yaitu perubahan teknologi, perubahan ekspektasi pasar, kepercayaan masyarakat dan semakin selektifnya calon mahasiswa baru. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Prodi Akuntansi menyusun beberapa strategi.

Bertempat di Laboratorium Akuntansi II, Prodi Akuntansi melakukan beberapa perombakan yang berdampak pada lulusan akuntansi UMM. Terdapat beberapa target lulusan Prodi Akuntansi UMM yaitu memiliki kompetensi Teknisi Akuntansi, Teknisi Akuntansi Syariah, Teknisi Perpajakan dan Kewirausahaan Industri. Hal ini sesuai dengan Visi Prodi akuntansi UMM yaitu “Tahun 2030 Program Studi Akuntansi FEB UMM menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi yang mendapat pengakuan di tingakt ASEAN dalam bidang akuntansi yang berdasarkan nilai-nilai Islam dan Kewirausahaan”. Tidak hanya sesuai dengan Visi Prodi, namun juga didukung dengan adanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sumber Daya Manusia di Prodi Akuntansi memiliki Kompetensi yang telah mampu memenuhi kebutuhan terkait kompetensi mahasiswa. Salah satu “Pekerjaan Rumah” bagi Prodi Akuntansi ialah mengarahkan Dosen Muda untuk melangkah ke jenjang S3 sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk menciptakan keunikan dari Prodi Akuntansi guna menghadapi tantangan era industri 5.0. Selain itu, Prodi Akuntansi juga menyiapkan model kurikulum dimana tidak hanya dosen akuntansi saja yang memiliki publikasi karya ilmiah, namun juga mahasiswa. Menurut Dr. Ihyaul Ulum, M.Si., Ak., CA., peraih Dosen Berprestasi LLDIKTI, hal ini diharapkan dapat menjadi strategi untuk mengahadapi Akreditasi dengan 9 standar. Masukan dari Direktur LSP tersebut diamini oleh Kaprodi Akuntansi, Dr. Masiyah Kholmi., MM., Ak., CA.

Shared: