Mahasiswa Akuntansi Lolos Pendanaan Dikti: “Saya Memanfaatkan Fasilitas Akademik Yang Diberikan Kampus.”

Universitas Muhammadiyah Malang merupakan kampus yang memiliki fasilitas yang tidak diragukan lagi. Prodi Akuntansi khususnya, menyediakan berbagai macam fasilitas akademik mulai dari fasilitas Tangible hingga Intangible. Fasilitas Tangible seperti ruang diskusi, ruang baca, dan sarana-prasarana lainnya. Di sisi lain, fasilitas Intangible juga disiapkan bagi seluruh mahasiswa, salah satunya adalah kompetensi dari dosen. Prodi Akuntansi selalu menyediakan Pembimbing PKM yang kompeten untuk mendampingi para Mahasiswa yang ingin mengajukan proposal PKM Dikti. Arsyi Ramadhan dan Timnya mempu lolos pendanaan Dikti dengan memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Prodi Akuntansi UMM. “…saya memanfaatkan fasilitas akademis yang diberikan kampus.” Ungkap Arsyi, Mahasiswa Angkatan 2019. Selain memanfaatkan fasilitas akademik, Arsyi juga berkolaborasi dengan kakak tingkatnya yaitu Arief dan Agis dalam menyusun Proposal PKM-RSH. Tim mereka diperkuat dengan kompetensi dari Novitasari Agusaputri, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing PKM. Bu Novi, sapaan beliau, telah banyak meloloskan proposal PKM-Kewirausahaan, namun baru kali ini beliau berhasil meloloskan PKM-RSH. “ya, saya memotivasi anak-anak untuk menulis PKM dengan embel-embel bebas UTS, dan Alhamdulillah banyak yang termotivasi bahkan hingga lolos pendanaan Dikti.”ungkap Dosen Studi Kelayakan Bisnis tersebut,

Dari Mahasiswa untuk Bangsa: Mahasiswa Prodi Akuntansi Siapkan Solusi Untuk UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah salah satu tonggak perekonomian di Indonesia. Di Era Pandemi, sustainability dari UMKM perlu untuk dipertahankan. Mahasiswa Prodi AKuntansi mengajukan solusi adopsi E-Money agar UMKM tetap bertahan meski Pandemi Covid-19 belum usai. Balqis dan Tim PKM-RSH mencoba menganalisis efektifitas penggunaan E-Money. Hasil penelitian tersebut akan memberikan kontribusi untuk menguatkan persepsi UMKM dalam menggunakan E-Money. “saya sebagai mahasiswa bisa mentransfer ilmu pengetahuan dan gagasan kreatif melalui tulisan yang diharapkan mampu berkontribusi dalam mencari solusi problematika bangsa.” Jelas Agis, nama sapaannya. Proses penyusunan solusi berawal dari pemahaman atas isu-isu terkini terkait UMKM khususnya di Masa Pandemi Covid-19. UMKM kesulitan untuk mendapatkan penjualan karena adanya social distancing. E-Money menjadi solusi untuk mengatasi fenomena tersebut. Oleh karena itu, penelitian tentang efektifitas E-Money perlu untuk dilakukan. “….paham akan isu yang sedang terjadi sehingga kita bisa menjadikan isu tersebut penelitian dan mencari solusinya,…” Ujar Agis, Mahasiswi Prodi Akuntansi 2018. Selain adanya kebijakan ekuivalensi bebas UTS, Agis dan Timnya merasa memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa dan pengalaman yang berharga dengan lolosnya proposal mereka. “Motivasi mengikuti Pkm ini awalnya karena ingin bebas uts di salah satu matkul dan ingin mendapatkan pengalaman menulis pkm juga.” Ungkap Mahasiswi asal Malang.

Berawal dari Tugas Akhir UTS, Tim PKM-RSH Prodi Akuntansi UMM Raih pendanaan Dikti

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) menjadi salah satu persaingan yang bergengsi bagi Mahasiswa. Prodi Akuntansi UMM selalu mendongkrak mahasiswanya untuk bersedia mengikuti ajang tersebut. Salah satu caranya ialah dengan memberikan tugas berupa proposal PKM di tiap matakuliah. Alhasil, tahun ini salah satu tim yang mengajukan proposal ke Dikti berhasil mendapatkan pendanaan. Arief salah satu anggota tim merasa tidak menyangka timnya akan lolos. “awalnya karena tugas akhir uts tapi deadline nya cuma satu hari, lalu bu novi selaku dosen pengampu matkul SKB juga bilang kalo misalnya PKM kami lolos tingkat universitas bisa bebas UTS, nah dari situ kita maksimalin pengerjaannya walaupun bu novi memberikan deadline satu hari saja” ungkap Arief, Mahasiswa Akuntansi angkatan 2018. Hal tersebut menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi Tim PKM maupun Cvitas Akademika Prodi Akuntansi. Ekuivalensi yang diterapkan oleh Prodi Akuntansi tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Mahasiswa Prodi Akuntansi. Dr. Masiyah Kholmi, MM., selaku Ketua Program Studi berkomitmen untuk terus memperbanyak program ekuivalensi yang tentu akan berdampak pada percepatan kelulusan Mahasiswa Prodi Akuntansi juga. (ven)